About Helar Festival 2008

helar.festival.2008.bdg aims to cultivate the emerging practice in contemporary creative culture both in local and global context.
Being rise within the mediated global and local environments, helar.festival.2008.bdg incorporate various activities and programs that are presenting a wide selection of creative work in the field of music, film, art, architecture, media, design, public art, traditional culture & heritage.
It engages the local creative scene with global audience to challenges the common notion on contemporary culture and its creative practice today. More...

Tag Archive for 'Creative City'

Articles on Kompas 10 August 2008

There’s some articles on us and what we do today on Kompas in the Hiburan segment, pg. 17-18, should you are still wondering about BCCF and Helarfest. Kudos to Susi Ivvaty and Ninuk M Pambudy

Related posts

Bersaing Global Dengan Ekonomi Kreatif

Oleh M. Ridwan Kamil

Di sore yang dingin di sebuah kafe di jalan Dago Bandung, seorang anak muda bercelana pendek terlihat serius menatap layar laptop miliknya. Sesekali tangan kanannya memegang cangkir kopi untuk ia teguk. Sore itu ia tidak sedang bermain. Ia sedang bekerja mengirim program-program yang ia desain ke Google di Amerika. Untuk itu ia dibayar sangat mahal setiap bulannya.

Dunia memang sedang berubah. Keterpisahan oleh jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah bagi orang-orang yang bekerja di industri kreatif. Industri kreatif umumnya melahirkan inovasi-inovasi yang layak dipatenkan. Karenanya orang-orang yang bekerja di dunia penelitian sains dan teknologi, arsitek, desainer produk/mebel, desainer grafis, pemusik dan seniman adalah bagian dari keluarga besar ekonomi kreatif. Pergeseran orientasi ekonomi dunia dari ekonomi Fordist ke post-Fordist yang mengedepankan aset sumber daya manusia, telah menyebabkan persaingan luar biasa dalam merebut dan merayu talenta-talenta di dunia kreatif ini. Masa depan ekonomi dunia berada di pundak orang-orang kreatif yang mampu menyulap pengetahuan dan kreativitas menjadi inovasi yang melahirkan mesin ekonomi yang luar biasa. Dan kota-kota dunia pun berlomba-lomba merayu para talenta ini. Atau diistilahkan Richard Florida sebagai fenomena ‘global competition of talents.’ Itulah sebabnya Silicon Valley keluar sebagai pemenang. Itulah sebabnya kota-kota di Inggris dan Belanda beralih dari ekonomi berbasis industri menjadi ekonomi kreatif sebagai basis masa depan. Di Inggris mereka menghasilkan pergerakan ekonomi senilai 112 milyar Poundsterling. Di Singapura, tahun 2005 diluncurkan gerakan ekonomi kreatif dengan tema Design Singapore, Media 21 dan Rennaisance City 2.0.

Bagaimana dengan kita?

Continue reading ‘Bersaing Global Dengan Ekonomi Kreatif’

Related posts



Proudly powered by WordPress. Site by Ryan Koesuma