<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Helar Festival Bandung 2009</title>
	<atom:link href="http://helarfest.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://helarfest.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 19:33:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/membidani-kreativitas-melalui-ruang-kota/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/membidani-kreativitas-melalui-ruang-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 02:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Media Relation</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[BCCF]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[kreatifitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/20/03171066/membidani.kreativitas.melalui.ruang.kota
  Minggu, 20 Desember 2009 &#124; 03:17 WIB
M Ridwan Kamil
Pada suatu hari Minggu di Babakan Asih, sebuah kampung kota di Bandung, terlihat sekelompok anak remaja sedang berfoto dengan latar grafiti raksasa berwarna-warni.
Gaya mereka sangat khas remaja zaman sekarang: kepala dimiringkan, mata dipicingkan, jari tangan membentuk huruf V, dan mulut sedikit dimajukan. Belasan jepretan foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div>http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/20/03171066/membidani.kreativitas.melalui.ruang.kota</div>
<p><!-- end judul + lead --> <!-- end headline --> <!-- isi berita -->Minggu, 20 Desember 2009 | 03:17 WIB</p>
<p><span>M Ridwan Kamil</p>
<p>Pada suatu hari Minggu di Babakan Asih, sebuah kampung kota di Bandung, terlihat sekelompok anak remaja sedang berfoto dengan latar grafiti raksasa berwarna-warni.</p>
<p>Gaya mereka sangat khas remaja zaman sekarang: kepala dimiringkan, mata dipicingkan, jari tangan membentuk huruf V, dan mulut sedikit dimajukan. Belasan jepretan foto pun diambil. Mereka ceria sekali.</p>
<p>Sebaliknya, di salah satu sudut kota di Kota Jakarta, seorang kakek yang berusia 70-an tahun terlihat duduk diam di rumahnya. Ia membaca koran lokal dan menonton siaran berita. ”Ini rutinitas saya yang membosankan,” keluhnya.</p>
<p>Ia pun lanjut bercerita, tanpa bisa dihenti, tentang hobi masa mudanya jalan-jalan atau bersepeda menikmati kota. ”Itu dulu, sekarang saya takut. Takut terserempet mobil, macet, panas, dan ada rasa tidak aman keluar rumah sendirian,” ungkapnya dengan merengut.<span id="more-844"></span></p>
<p>Tidaklah heran jika Enrique Penelosa, mantan Wali Kota Bogota, mengungkapkan teori kecilnya. ”Kota yang baik adalah kota yang bisa merangsang warganya keluar rumah dengan sukarela dan ceria,” ujarnya.</p>
<p>Semakin banyak warga bergerak berinteraksi di ruang-ruang kota, baik kaya maupun miskin, itu mencirikan kota yang sehat. Sebaliknya, jika warga takut keluar rumah, khawatir macet, lebih senang menghabiskan waktu di mal, menikmati jalan-jalan selalu dengan mobil, itulah ciri-ciri kota sakit.</p>
<p>Kota yang stres dan sakit akan melahirkan generasi yang stres dan sakit. Pertanyaannya, sudah baik dan sehatkah kota kita?</p>
<p><strong>Ruang publik, ruang inspiratif</strong></p>
<p>Dalam konteks peradaban baru, yaitu peradaban berbasis ide atau kreativitas, keberadaan ruang-ruang kota yang positif pun sering terlupakan. Padahal, sejarah sudah membuktikan, ide-ide besar yang merevolusi dunia banyak lahir di ruang-ruang publik.</p>
<p>Ide-ide kreatif banyak lahir dalam perbincangan hangat sambil menikmati kota. Kehangatan keluarga hadir di taman-taman kota. Stres warga kota menghilang dalam langkah-langkah ceria di keteduhan jalur pedestrian nan lebar. Perayaan kebudayaan membahana di lorong-lorong jalan kota. Dan, ide-ide besar pun umumnya lahir di ruang-ruang inspiratif.</p>
<p>Ketika kita bicara ekonomi kreatif pun sering kali kita sibuk dengan strategi berjualan produk dan melakukan rangkaian studi ekonomi. Kita senang dengan statistik peluang ekonomi kreatif, bahkan kita pun mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun kreatif Indonesia. Namun, kita melupakan aspek pendidikan sebagai mesin penghasil manusia-manusia kreatif. Kita lupa menyediakan ruang-ruang publik yang menginspirasi lahirnya ide-ide brilian.</p>
<p>Ibaratnya, kita senang memanen hasil berlimpah, tetapi malas berinvestasi pada proses lahirnya benih-benih atau bibit-bibit unggulnya.</p>
<p>Indonesia adalah bangsa besar. Indonesia hanya akan maju jika masyarakatnya bergerak bersatu membentuk kekuatan masyarakat madani atau civil society.</p>
<p>Perubahan tidak datang melalui pemberian. Perubahan hanya datang jika kita menjemputnya. Dalam konteks kota, kolaborasi masyarakat madani sebagai roh dalam mengubah peradaban kota adalah kuncinya.</p>
<p>Itulah kenapa di Bandung lahir Bandung Creative City Forum (BCCF) untuk mewadahi aspirasi lintas komunitas kreatif yang ingin meninggikan hajat hidup dan memperbaiki kota melalui ide-ide kreatif berbasis kolaborasi. Dalam konteks ruang kota, kreativitas warga banyak diekspresikan di ruang-ruang negatif kota yang terbengkalai.</p>
<p>Ruang-ruang kota sendiri terbagi menjadi beberapa jenis: ruas jalan, titik simpul (seperti taman, hutan kota, atau perempatan jalan), koridor sungai, ataupun tepian/batas (seperti pantai/danau). Ruang-ruang ini menjadi negatif karena mereka hadir secara fisik, tetapi terbengkalai dan kurang didesain dengan baik. Akibatnya, umumnya ruang negatif akan melahirkan aktivitas kota yang negatif.</p>
<p><strong>Inisiatif warga</strong></p>
<p>Di Bandung, inisiatif membuat ruang-ruang positif dilakukan warga dalam beragam bentuk. Dalam rangka Helar Festival, Taman Cikapayang diberi sentuhan empat boks besar yang membentuk kata DAGO secara menarik.</p>
<p>Taman yang sebelumnya jarang didatangi warga, tiba-tiba menjadi magnet baru bagi warga atau tamu kota yang ingin berfoto di sana. Ide-ide revitalisasi untuk mengoptimalkan taman ini pun sudah diusulkan kepada pemerintah kota, hanya sampai saat ini belum terwujud.</p>
<p>Kolom-kolom beton penyangga jalan layang Pasupati dibungkus oleh boks yang menampilkan foto-foto historis Bandung tempo doeloe. Dengan cara ini, ruang negatif yang memanjang tersebut menjadi lebih menarik ketimbang grafiti vandalisme atau poster-poster politik yang mengganggu sebelumnya.</p>
<p>Di seberang Taman Cikapayang hadir pula kursi tembok yang mewakili ikon .bdg (dot bdg) yang sering kali dipergunakan warga Kota Bandung untuk duduk istirahat dan berfoto.</p>
<p>Di sepanjang 600 meter kolong jalan layang Pasupati yang membelah dua kampung, kelompok mahasiswa arsitektur dan BCCF juga mengusulkan ragam ide pemanfaatan ruang di kolong ini. Untuk tempat olahraga, berkesenian, ruang kaki lima, pertanian kota, sampai ide temporer untuk galeri pameran dari botol bekas juga pernah diusulkan.</p>
<p>Juga di sepanjang tembok 300 meter di Jalan Tamansari yang membatasi Kebun Binatang Bandung, kelompok mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung melalukan intervensi visual berupa mural warna-warni bertemakan fauna. Jalan yang dulunya gelap dan depresif, tiba-tiba mendapatkan suntikan energi positif baru melalui seni mural dan desain grafis.</p>
<p>Di sebuah kampung kota bernama Babakan Asih, masyarakat, atas dukungan dana dari swasta, Bakrieland, bahkan membeli sepetak lahan untuk dijadikan taman bermain anak. Saat ini taman tersebut masih dalam tahap konstruksi.</p>
<p>Dua bulan sebelumnya, dinding-dinding yang suram dan hitam di kampung ini diwarnai dan dilukis secara kolosal yang melibatkan warga dan komunitas kreatif Bandung. Penduduk kampung pun sekarang terlihat lebih ceria dan optimistis dalam keseharian mereka. Itulah efek energi positif dari ruang-ruang kota yang inspiratif.</p>
<p>Demi anak cucu kita, mari kita bergerak. Mari kita lahirkan kota-kota yang sehat. Mari kita ciptakan ruang-ruang inspiratif. Mari kita selamatkan Indonesia melalui kreativitas. Mari kita berkolaborasi.</p>
<p>M Ridwan Kamil Arsitek dan pemerhati kota; Ketua Bandung Creative City Forum</p>
<p></span></p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/mendefinisikan-kota-kreatif/" title="Mendefinisikan Kota Kreatif (December 20, 2009)">Mendefinisikan Kota Kreatif</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/kreativitas-warga-hidup-kota/" title="Kreativitas Warga, Hidup Kota (December 20, 2009)">Kreativitas Warga, Hidup Kota</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/ben-dan-hanafi-kampanye-lewat-oblong/" title="Ben dan Hanafi, Kampanye Lewat Oblong (December 15, 2009)">Ben dan Hanafi, Kampanye Lewat Oblong</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/membidani-kreativitas-melalui-ruang-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HELARFEST 2009 &#8211; CLOSING CEREMONY</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/helarfest-2009-closing-ceremony/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/helarfest-2009-closing-ceremony/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan Koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[
MINGGU, 13 DESEMBER 2009 &#8211; PUKUL 19.00 WIB
PELATARAN PARKIR, JL. CIKAPUNDUNG TIMUR [SEBELAH MUSEUM MERDEKA - ASIA AFRIKA]
FEATURING :
1. KALA BANDUNG &#8211; TIMELINE SEJARAH KOTA BANDUNG SEJAK 2 ABAD,
2. PAMERAN FOTOGRAFI RANGKAIAN EVENT HELARFEST 2009,
3. PEMUTARAN VIDEO DOKUMENTER RANGKAIAN EVENT HELARFEST 2009,
4. BANDUNG PUBLIC FURNITURE,
5. BANDUNG PUBLIC LIVING ROOM,
6. MUSIC PERFORMANCE, KOMUNITAS : KESUNDAAN, PERKUSI, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://helarfest.com/2009/helarfest-2009-closing-ceremony/" title="Permanent link to HELARFEST 2009 &#8211; CLOSING CEREMONY"><img class="post_image alignnone" src="http://helarfest.com/wp-content/uploads/2009/12/undangan-VIP-1_resize.jpg" width="500" height="353" alt="Post image for HELARFEST 2009 &#8211; CLOSING CEREMONY" /></a>
</p><p>MINGGU, 13 DESEMBER 2009 &#8211; PUKUL 19.00 WIB</p>
<p>PELATARAN PARKIR, JL. CIKAPUNDUNG TIMUR [SEBELAH MUSEUM MERDEKA - ASIA AFRIKA]</p>
<p>FEATURING :<br />
1. KALA BANDUNG &#8211; TIMELINE SEJARAH KOTA BANDUNG SEJAK 2 ABAD,<br />
2. PAMERAN FOTOGRAFI RANGKAIAN EVENT HELARFEST 2009,<br />
3. PEMUTARAN VIDEO DOKUMENTER RANGKAIAN EVENT HELARFEST 2009,<br />
4. BANDUNG PUBLIC FURNITURE,<br />
5. BANDUNG PUBLIC LIVING ROOM,<br />
6. MUSIC PERFORMANCE, KOMUNITAS : KESUNDAAN, PERKUSI, DEATH METAL, ELEKTRONIK, DLL.</p>
<p>DITUNGGU KEHADIRANNYA,<br />
HATUR NUHUN.</p>
<p>FIKI SATARI<br />
BANDUNG CREATIVE CITY FORUM<br />
<a href="http://www.helarfest.com" title="http://www.helarfest.com" class="autohyperlink" target="_blank">www.helarfest.com</a><br />
<img src="http://helarfest.com/wp-content/uploads/2009/12/undangan-VIP-2_resize.jpg" alt="undangan VIP" title="undangan VIP" width="500" height="354" class="aligncenter size-full wp-image-820" /></p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/helarfest-2009-closing-ceremony/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Photos from PicuPacu Training &amp; Ekspresi!</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/photos-from-picupacu-training-ekspresi/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/photos-from-picupacu-training-ekspresi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan Koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[
	


	


	


	


	


	


	


	


	


	


	


	


	



	


	


	


	


	


	


	


	


	


	


	


	



	Related posts
	
	No related posts.
	

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159584656/" title="acara 01" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2748/4159584656_e5ef42fb0b_s.jpg" alt="acara 01" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159584820/" title="acara 02" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2637/4159584820_eaf66f64a2_s.jpg" alt="acara 02" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158824807/" title="acara 03" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2426/4158824807_16c05098b5_s.jpg" alt="acara 03" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158824915/" title="acara 04" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2786/4158824915_b5eb97bc0d_s.jpg" alt="acara 04" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158825055/" title="acara 05" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2601/4158825055_ca903526b8_s.jpg" alt="acara 05" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158825177/" title="acara 06" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2793/4158825177_41ab45bca5_s.jpg" alt="acara 06" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159585762/" title="acara 07" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2556/4159585762_f22a2669bc_s.jpg" alt="acara 07" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159585952/" title="acara 08" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2646/4159585952_876912b450_s.jpg" alt="acara 08" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159586086/" title="acara 09" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2635/4159586086_f5c9e8e15f_s.jpg" alt="acara 09" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159586206/" title="acara 10" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2723/4159586206_5b80a3fb2f_s.jpg" alt="acara 10" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158826157/" title="Dekorasi 01" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2801/4158826157_1b01775b15_s.jpg" alt="Dekorasi 01" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158826439/" title="Dekorasi 02" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2769/4158826439_d9d06f9d7d_s.jpg" alt="Dekorasi 02" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159587172/" title="Dekorasi 03" rel="flickr-mgr[72157622938383360]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2771/4159587172_b42de87e49_s.jpg" alt="Dekorasi 03" class="flickr-medium" />
</a>
<br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159579392/" title="acara 03" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2800/4159579392_b6ddfea209_s.jpg" alt="acara 03" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158819127/" title="acara 04" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2617/4158819127_c84f63517b_s.jpg" alt="acara 04" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159579660/" title="acara 05" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2571/4159579660_f4546e024f_s.jpg" alt="acara 05" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159579830/" title="acara 06" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2598/4159579830_384fdc67f0_s.jpg" alt="acara 06" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159579990/" title="acara 09" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2689/4159579990_030c9cf61c_s.jpg" alt="acara 09" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158819715/" title="acara 07" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2493/4158819715_9e8612643b_s.jpg" alt="acara 07" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158819867/" title="acara 08" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2770/4158819867_51cf088685_s.jpg" alt="acara 08" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159580532/" title="acara 01" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2723/4159580532_07040f4a69_s.jpg" alt="acara 01" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159580678/" title="acara 02" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2673/4159580678_f4e7daaf49_s.jpg" alt="acara 02" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4159580812/" title="dekorasi 01" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2699/4159580812_91abd66ab6_s.jpg" alt="dekorasi 01" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158820515/" title="dekorasi 02" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2568/4158820515_f12246b696_s.jpg" alt="dekorasi 02" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4158820773/" title="dekorasi 03" rel="flickr-mgr[72157622938369476]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2728/4158820773_f618e040da_s.jpg" alt="dekorasi 03" class="flickr-medium" />
</a>


	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/photos-from-picupacu-training-ekspresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajakan Partisipasi Pameran Foto Dokumenter Helarfest 2009</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/ajakan-partisipasi-pameran-foto-dokumenter-helarfest-2009/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/ajakan-partisipasi-pameran-foto-dokumenter-helarfest-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan Koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Menjumpai sahabat&#8230;
Dalam rangka penutupan (closing) acara HELARFEST 2009, Bandung Creative City Forum (BCCF) &#038; air photography communications akan menyuguhkan program
HELARFEST 2009 PHOTO EXHIBITION
Pameran Foto tentang dokumentasi kegiatan Helarfest ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2009 bertempat di Seputar Cikapundung Bandung.
Untuk itu kami mengajak para sahabat (baik itu komunitas yang tergabung dalam kegiatan Helarfest maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Menjumpai sahabat&#8230;</p>
<p>Dalam rangka penutupan (closing) acara HELARFEST 2009, Bandung Creative City Forum (BCCF) &#038; air photography communications akan menyuguhkan program</p>
<p>HELARFEST 2009 PHOTO EXHIBITION</p>
<p>Pameran Foto tentang dokumentasi kegiatan Helarfest ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2009 bertempat di Seputar Cikapundung Bandung.</p>
<p>Untuk itu kami mengajak para sahabat (baik itu komunitas yang tergabung dalam kegiatan Helarfest maupun yang bukan) dan yang memiliki dokumentasi foto kegiatan Helarfest 2009 tersebut untuk dapat bersinergi dalam acara Pameran Foto ini.</p>
<p>Para sahabat dapat mengirimkan:<br />
1) Soft copy file karya foto (sisi terpanjang 1200 pixel) tentang kegiatan Helarfest 2009<br />
2) Data foto berupa nama, judul foto, telepon &#038; deskripsi tentang kegiatan komunitas kreatif di Helarfest 2009</p>
<p>Foto dikirimkan melalui email ke alamat,<br />
<a class="autohyperlink" href="mailto:fotografibergerak@yahoo.com" title="mailto:fotografibergerak@yahoo.com">fotografibergerak@yahoo.com</a><br />
(sebelum tanggal 9 Desember 2009)</p>
<p>Setelah itu foto-foto yang masuk akan dikurasi dan foto-foto yang terpilih akan dipamerkan pada acara penutupan Helarfest 2009.</p>
<p>Demikian informasi yang kami berikan. Partisipasi anda merupakan energi kreatif bagi kami.</p>
<p>Fotografi bergerak!! Salam.</p>
<p>Info lanjut,<br />
air photography communications<br />
jalan taman pramuka 181 bandung 40114<br />
phone : (022) 70160771 fax : (022) 7234570<br />
cp : Mrs Rani (022-92347207) &#038; Mr Rico (0856-2343711)<br />
email address : <a class="autohyperlink" href="mailto:fotografibergerak@yahoo.com" title="mailto:fotografibergerak@yahoo.com">fotografibergerak@yahoo.com</a><br />
website : <a href="http://www.fotografibergerak.com" title="http://www.fotografibergerak.com" class="autohyperlink" target="_blank">www.fotografibergerak.com</a></p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/ajakan-partisipasi-pameran-foto-dokumenter-helarfest-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update Bandung Public Furniture 2009</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/update-bandung-public-furniture-2009/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/update-bandung-public-furniture-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 12:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan Koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=775</guid>
		<description><![CDATA[Di akhir Minggu ketiga Bandung Public Furniture 2009 yang diselenggarakan oleh para mahasiswa Desain Produk ITB ini seluruh karya yang berada di Paris Van Java akan dipindahkan ke venue terakhir, yaitu ke ITB. Tapi sebelum itu, seluruh panitia telah mempersiapkan sebuah acara kepada pengunjung Paris Van Java malam itu. Sebuah Fashion Show yang bertemakan “Flower [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Di akhir Minggu ketiga Bandung Public Furniture 2009 yang diselenggarakan oleh para mahasiswa Desain Produk ITB ini seluruh karya yang berada di Paris Van Java akan dipindahkan ke venue terakhir, yaitu ke ITB. Tapi sebelum itu, seluruh panitia telah mempersiapkan sebuah acara kepada pengunjung Paris Van Java malam itu. Sebuah Fashion Show yang bertemakan “Flower Generation” menampilkan 17 perempuan cantik berjalan di jalanan utama mall tersebut , memeragakan busana-busana karya para mahasiswa kriya tekstil ITB. Tak lupa dilengkapi dengan iringan musik dari ITB Student Orchestra yang juga membawakan beberapa lagu di awal acara. Setelah fashion show usai, para pengunjung mulai menghampiri karya-karya public furniture yang dipamerkan dan mulai mencobanya satu persatu. Semua karya yang kebanyakan berupa tempat duduk, direspon dengan baik oleh para pengunjung malam itu.</p>
<p>Saat ini, seluruh karya telah dipindahkan ke taman CC Institut Teknologi Bandung. Penutupan akan diselenggarakan pada tanggal 5 desember 2009, dihadiri oleh para desainer dan tamu undangan.</p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/update-bandung-public-furniture-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Youth Waste Talkshow : “Upcycle vs Downcycle”</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/youth-waste-talkshow-%e2%80%9cupcycle-vs-downcycle%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/youth-waste-talkshow-%e2%80%9cupcycle-vs-downcycle%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan Koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Introduction
How design creatively affect waste
From festival to lifestyle
Sabtu, 28 November 2009
20.45- 21.30 WIB
Mall Paris van Java, Bandung
Shana Fatina (Host)
Adenita (Host)
Speakers :
Dwinita Larasati (Dosen Design and Sustainability Desain Produk FSRD ITB)
Dudy Wiyancoko (Dosen Design and Lifestyle Desain Produk FSRD ITB)
Priandono Nurhadi (Arsitek, Ketua Green Design Indonesia)
Ridwan Kamil (Ketua BCCF, Arsitek dan Desainer Urban)
Also performing :
Jodi in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Introduction<br />
How design creatively affect waste<br />
From festival to lifestyle</p>
<p>Sabtu, 28 November 2009<br />
20.45- 21.30 WIB<br />
Mall Paris van Java, Bandung</p>
<p>Shana Fatina (Host)<br />
Adenita (Host)</p>
<p>Speakers :<br />
Dwinita Larasati (Dosen Design and Sustainability Desain Produk FSRD ITB)<br />
Dudy Wiyancoko (Dosen Design and Lifestyle Desain Produk FSRD ITB)<br />
Priandono Nurhadi (Arsitek, Ketua Green Design Indonesia)<br />
Ridwan Kamil (Ketua BCCF, Arsitek dan Desainer Urban)</p>
<p>Also performing :<br />
Jodi in the Morning Glory Parade<br />
Bems<br />
Europe in de Tropen</p>
<p>Be there fellas!</p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/youth-waste-talkshow-%e2%80%9cupcycle-vs-downcycle%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Limbah menjadi Bentuk-bentuk Indah</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/mengubah-limbah-menjadi-bentuk-bentuk-indah/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/mengubah-limbah-menjadi-bentuk-bentuk-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 16:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan Koesuma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[Festival Origami 2009 yang digelar 7-8 November di Gedung Pusdiklat Geologi telah berlalu. Festival tersebut merupakan event ke-4 yang  telah Sanggar Origami Indonesia (SOI) selenggarakan sejak 2006 lalu. Kini SOI bersiap dengan festival-festival berikutnya di tahun-tahun yang akan dating karena antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut acara-acara yang disuguhkan pada setiap festival yang diselenggarakan SOI ini.
Berbicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Festival Origami 2009 yang digelar 7-8 November di Gedung Pusdiklat Geologi telah berlalu. Festival tersebut merupakan event ke-4 yang  telah Sanggar Origami Indonesia (SOI) selenggarakan sejak 2006 lalu. Kini SOI bersiap dengan festival-festival berikutnya di tahun-tahun yang akan dating karena antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut acara-acara yang disuguhkan pada setiap festival yang diselenggarakan SOI ini.</p>
<p>Berbicara tentang origami, maka tak lepas pula dengan pembahasan mengenai kertas, karena materi utama seni yang satu ini adalah kertas. Kertas yang dapat digunakan adalah kertas apa saja. Mulai dari kertas hvs hingga kertas bekas brosur pun bisa digunakan dalam pembuatan nya. Sedangkan utk latihan umum nya menggunakan kertas lipat yang mempunyai warna putih(polos) di satu sisi nya dan berwarna tertentu di sisi lain nya.</p>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117858738/" title="fo4" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2663/4117858738_4f4752e634_s.jpg" alt="fo4" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117089183/" title="fo1" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2669/4117089183_eb29ba1c6b_s.jpg" alt="fo1" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117089545/" title="fo9" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2764/4117089545_544114940d_s.jpg" alt="fo9" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117860264/" title="fo8" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2523/4117860264_332e19137c_s.jpg" alt="fo8" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117860596/" title="fo7" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2564/4117860596_c0e902a762_s.jpg" alt="fo7" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117861038/" title="fo2" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2759/4117861038_ae76ab1a2a_s.jpg" alt="fo2" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117861540/" title="fo3" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2486/4117861540_6fa924fe01_s.jpg" alt="fo3" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117091471/" title="fo13" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2512/4117091471_43671e14ce_s.jpg" alt="fo13" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117862360/" title="fo11" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2653/4117862360_e179cc24ab_s.jpg" alt="fo11" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117092117/" title="fo15" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2676/4117092117_8ae8d777c4_s.jpg" alt="fo15" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117862980/" title="fo12" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2796/4117862980_88dc866592_s.jpg" alt="fo12" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117863306/" title="fo14" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2546/4117863306_cde26b3101_s.jpg" alt="fo14" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117863886/" title="fo16" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2645/4117863886_df0fbf5f7a_s.jpg" alt="fo16" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117093839/" title="fo20" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2763/4117093839_b61867d431_s.jpg" alt="fo20" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117865086/" title="fo19" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2483/4117865086_183677187c_s.jpg" alt="fo19" class="flickr-medium" />
</a>
<a href="http://www.flickr.com/photos/43413827@N08/4117095067/" title="fo18" rel="flickr-mgr[72157622711954259]" class="flickr-image" >
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2629/4117095067_1aa591f52e_s.jpg" alt="fo18" class="flickr-medium" />
</a>

<p><span id="more-752"></span></p>
<p>Nah unik nya dari seni melipat kertas ini, bahwa kemampuan melipat seseorang dapat bermanfaat untuk mengurangi limbah kertas yang dihasilkan dari limbah rumah tangga atau perkantoran. Kertas-kertas yang berserakan dapat segera  diubah menjadi bentuk-bentuk indah melalui sentuhan tangan kreatif pelipat nya, sehingga suatu saat bilamana membutuhkan ornament-ornamen utk penghias ruangan, makan lipatan-lipatan kertas (origami) tersebut dapat segera mengubah sebuah ruang menjadi lebih menarik.</p>
<p>Pada pembukaan Festival Origami 2009, direktur Internal dan Umum Bandung Creative City Forum  (BCCF)  Rizky Adiwilaga berkenan memberi sambutan dan membuka acara secara simbolis. Sebagai pertanda bahwa acara resmi dibuka, Pa Rizky pada kesempatan ini didaulat untuk menerbangkan 3 buah pesawat origami bersamaan, ketika ketiga pesawat origami terbang berhamburan dengan arah yang berbeda mendadak sontak para pengunjung dan peserta pameran pun bertepuk tangan dengan gembira.</p>
<h3><strong>Pameran Origami dan Workshop Origami </strong></h3>
<p>Pada festival origami 2009 ini, SOI menyajikan materi pameran yang sangat beragam, dari mulai model origami <em>tradisional</em> hingga model origami <em>kontemporer</em> karya disainer origami kesohor dunia.  Diantara nya adalah karya Satoshi Kamiya, Paul Jackson, Shoko Aoyogi, David Brill, Robert Lang, Yamaghuci Makoto, Tomoko Fuse, dan banyak lagi lain nya yang semua nya diakui kalangan pelipat kertas internasional. Dan mereka pelipat nya adalah para pelipat tanah air diantara nya yaitu Rizky Putrayusha (Jakarta), Oni Suryaman (Jakarta), Nathan Subramain (Jakarta), Hadi Tahir (Jakarta), Harri Thoha (Bengkulu), Beny Indrawan (Bogor), Dany Saputra (Bandung), Respita Wulan (Bandung) dan karya lipat penulis buku origami tanah air sekaligus direktur Sanggar Origami Indonesia (SOI) serta penanggungjawab festival origami 2009, Maya Hirai (Bandung).</p>
<p>Sedangkan bentuk-bentuk origami yang ditampilkan lengkap mewakili model-model origami dari berbagai jenis dan tingkat kesulitan beragam. Ada model Tesselation, Geometric, Modular, hingga bentuk-bentuk miniatur benda yang ada di alam, diantara nya aneka bentuk hewan unggas: aneka burung, ayam, bebek dan angsa, hewan berkaki empat: harimau, unicorn, barkin dog, kucing, dll, aneka bunga, aneka hewan purbakala, dan banyak lagi lain nya</p>
<p>Workshop yang diikuti oleh 50 peserta ini adalah workshop origami terlengkap dari yang pernah SOI laksanakan sebelumnya. Lengkap dari materi nya, dari mulai model yang mudah hingga model yang sulit, dan dari model origami tradisional hingga kontemporer. Disamping itu, SOI menyajikan para instruktur yang ahli di bidang nya. Maya Hirai sebagai instruktur bersertifikasi dari asosiasi origami tertua di Jepang bahkan dunia (NOA) mengawali workshop dengan memperkenalkan origami secara detail disertai model-model sederhana namun sarat akan pengetahuan yang mendasar dalam seni melipat kertas. Berikutnya adalah Rizky Putrayusa yang lebih dikenal dengan sebutan Pity, mengajarkan model origami kontemporer bentuk unik dan lucu, kemudian Oni Suryaman dengan model origami unit nya (geometrik), dan Beny Indrawan dengan Tesselation nya yang indah namun membuat peserta agak kelimpungan karena rumit nya. Diselingi oleh Respita Wulan yang mengajarkan model origami bunga kontemporer namun mudah dan cantik hasil nya.</p>
<p>Tak luput pula dalam perhatian nya terhadap pelipat muda belia, Sanggar Origami Indonesia (SOI) pun menggelar workshop origami untuk anak-anak. Bila peserta dewasa berasal dari kalangan guru-guru TK, mahasiswa, ibu rumah tangga dan mahasiswa, maka peserta anak adalah terdiri dari puluhan remaja dan balita. Oleh karena itu, pengajaran origami dilakukan dengan berkelompok sesuai usia nya. Pada kelompok balita, anak-anak disertai oleh orang tua dan pengasuh nya, sungguh menarik dan menakjubkan melihat pemandangan dua kelompok yang berbeda ini belajar origami bersamaan dalam satu waktu. Diakhir sesi, sementara yang remaja tetap sunyi, sedangkan yang balita tampak mulai ramai dan ada aktifitas lari kesana-kemari.</p>
<h3>Origami Shop dan Gathering Komunitas Origami Indonesia</h3>
<p>Selain rangkaian utama acara Festival Origami 2009 berlangsung, tampak di salah satu sudut ruangan satu meja penuh dengan barang jualan SOI. Barang-barang tersebut terdiri dari produk buku-buku dan CD origami karya penulis Maya Hirai, ada juga produk origami karya member komunitas yang turut dijual disana. Bentuk nya sungguh unik, berupa  anting-anting yang dibuat dari plastik mika dalam bentuk origami bunga lily, ada bookmark origami dan lain sebagainya.</p>
<p>Dan tak ketinggalan pula, gathering member komunitas origami Indonesia dilaksanakan menjadi penutup seluruh rangkaian acara Festival Origami 2009 Sanggar Origami Indonesia. Acara berjalan akrab dan santai, sesama member saling bertukar informasi dan materi origami dalam bentuk ebook diagram serta sharing lipatan kertas model-model origami sulit dan menarik untuk dilipat bersama diantara mereka. Adapun member yang hadir dalam kesempatan ini berasal dari Jakarta, Bogor, Depok dan Bengkulu serta dari Bandung. Menjelang sore, acara pun tuntas. Para member serta direktur sanggar origami Indonesia menutup acara dengan foto bersama serta berkomitmen akan kumpul kembali  di Festival Origami 2010 mendatang!MH)</p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/mengubah-limbah-menjadi-bentuk-bentuk-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tourismagination ; Mengenal Bandung Hingga ke Sudut:</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/tourismagination-mengenal-bandung-hingga-ke-sudut/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/tourismagination-mengenal-bandung-hingga-ke-sudut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 22:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Media Relation</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Helarfest 2009]]></category>
		<category><![CDATA[tourismagination]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Gedung Merdeka dan Gedung Sate adalah dua dari sekian banyak landmark kota Bandung yang senantiasa menarik untuk dikunjungi. Lokasi keduanya tidak bisa dibilang berdekatan. Namun jika memang direncanakan, sebuah acara jalan-jalan mengunjungi kedua ikon kota ini bisa dikemas sedemikian rupa sehingga menarik minat orang untuk berpartisipasi.  Itulah yang terjadi pada acara Tourismagination pada Jumat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Gedung Merdeka dan Gedung Sate adalah dua dari sekian banyak landmark kota Bandung yang senantiasa menarik untuk dikunjungi. Lokasi keduanya tidak bisa dibilang berdekatan. Namun jika memang direncanakan, sebuah acara jalan-jalan mengunjungi kedua ikon kota ini bisa dikemas sedemikian rupa sehingga menarik minat orang untuk berpartisipasi.  Itulah yang terjadi pada acara Tourismagination pada Jumat (6/11) lalu.</p>
<p>Meski sedikit gerimis, tak menyurutkan minat para peserta yang kebanyakan adalah siswa sekolah International Bandung Alliance International School (BAIS) yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, untuk mengenal kota Bandung lebih intim.  Sasaran kegiatan Tourismagination memang sederhana saja. Memberikan suguhan pariwisata kota, dalam bentuk paparan keunikan sejarah yang dimilikinya.<span id="more-739"></span></p>
<p>Lantas, kenapa pesertanya siswa sekolah internasional? Semata agar acara yang baru pertama kali diadakan dan merupakan rangkaian dari kegiatan Helarfest 2009 ini juga menjadi konsumsi para pendatang (baca turis). Dengan demikian, Bandung juga memiliki sesuatu yang dapat dikenang oleh para siswa sekolah internasional ini, yang kemudian tersimpan dalam ingatan mereka saat pulang ke negaranya masing-masing.</p>
<p>Menurut Koordinator Toursimagination A. Wisnu Herdiansyah, tujuan acara ini lebih pada upaya untuk mengenalkan Kota Bandung “Aktifitas kepariwisataan tidak harus monoton, berjalan kaki melihat dan menikmati arsitektur gedung pun bisa dikategorikan aktifitas pariwisata.” katanya. Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, seperti Masjid Agung, Aston (the Green Hotel), Airplane dan Gedung Sate.</p>
<p>Para peserta terlihat sangat menikmati rangkaian dari kegiatan Tourismagination ini hingga berakhir pada pukul 17.00 di Gedung Sate. Acara ini akan digelar kembali setiap minggunya dengan peserta yang berbeda. Termasuk siswa sekolah lokal yang akan mendapat giliran untuk mengikuti acara pengenalan Kota Bandung ini. (<strong>Eka Harumi Sediaswati</strong>)</p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/membidani-kreativitas-melalui-ruang-kota/" title="Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota (December 20, 2009)">Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/mendefinisikan-kota-kreatif/" title="Mendefinisikan Kota Kreatif (December 20, 2009)">Mendefinisikan Kota Kreatif</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/kreativitas-warga-hidup-kota/" title="Kreativitas Warga, Hidup Kota (December 20, 2009)">Kreativitas Warga, Hidup Kota</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/tourismagination-mengenal-bandung-hingga-ke-sudut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metal Tapi Nyunda, Kenapa Tidak?</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/metal-tapi-nyunda-kenapa-tidak/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/metal-tapi-nyunda-kenapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 23:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Media Relation</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Helarfest 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Berung]]></category>
		<category><![CDATA[Underground]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=704</guid>
		<description><![CDATA[Malam minggu 24/10 tampak istimewa di Taman Cikapayang, Jl Ir Juanda. Selain terpampang empat huruf raksasa DAGO, yang pagi harinya diresmikan oleh Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, di taman bekas pom bensin itu juga suasana tampak meriah, bocah-bocah berpakaian hitam-hitam khas pendekar unjuk gigi. Itulah Penca On the street, salah satu event dalam rangkaian gelaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Malam minggu 24/10 tampak istimewa di Taman Cikapayang, Jl Ir Juanda. Selain terpampang empat huruf raksasa DAGO, yang pagi harinya diresmikan oleh Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, di taman bekas pom bensin itu juga suasana tampak meriah, bocah-bocah berpakaian hitam-hitam khas pendekar unjuk gigi. Itulah <em>Penca On the street</em>, salah satu event dalam rangkaian gelaran Helarfest 2009.</p>
<p>Alunan metal khas sunda terdengar berseteru dengan bunyi kendaraan bermotor. Event itu dimulai dengan pertunjukan Karinding, sebuah seni metal tradisi Sunda yang konon bari dimainkan kembali setelah 300 tahun menghilang. Dan sang performer pun bukan orang biasa, malam itu Edy Brokoly  tampil memainkan karinding.<span id="more-704"></span></p>
<p><em>Penca on the street</em> hanyalah salah satu dari sekian banyak kegiatan yang digelar oleh Sunda Underground, sebuah gerakan kebudayaan yang berusaha mengembalikan spirit kasundaan di kalangan anak muda. Menurut Dadang Hermawan (36), gerakan ini dinamakan Sunda <em>Underground</em> karena gerakannya memang bergerak di level bawah, dan berusaha menghindari sebisa mungkin orientasi ataupun persinggungan dengan dunia politik.</p>
<p>Gerakan ini sendiri menurut Utun &#8211; sapaan Dadang, buah dari gerakan <em>kasundaan</em> yang cenderung elitis, birokratis, dan politis. “Mereka hanya berdaulat secara politis ketimbang budaya,” katanya merujuk <em>kasundaan</em> kelompok elit. Utun juga menilai, gerakan kasundaan yang ada cenderung menjauhkan kesenian dari massa rakyat. Ia mencontohkan, pertemuan salah satu ormas Sunda terbesar yang menggelar pertunjukan kesenian di Hotel Savoy Homman. “Itu kan menjadi elitis , menjaga kelestarian seni tradisi ini harus massif karena spirit budaya itu milik rakyat, milik semua, bukan hanya milik kaum elite” tegasnya.</p>
<p>Sikap Utun terhadap memang birokrat memang galak. Pernah suatu kali pada acara Ahung Sabale Gandrung, Masyarakat tatar Sunda, tahun 2005 di Pasir Impun, Walikota Bandung Dada Rosada, mantan Gubernur Jabar Dani Setiawan, ketua umum Paguyuban Pasundan, dan beberpa anggota DPR RI datang. Utun menyuruh mereka duduk di bawah bersama masyarakat lainnya. “Saya waktu itu bilang, saya tidak mengundang bapak, kalaupun bapak datang, silahkan bapak berlaku sebagai rakyat,” tuturnya mantap.</p>
<p>Utun menginisiasi gerakan ini pada 2003. Awalnya ia mengadakan acara <em>tumpek indung poe</em> di Sumur Bandung. Lantas, perlahan menggelar rajahan, ruwatan gunung, dan <em>penca on the street</em>. Bagi Utun, meskipun hanya tampak di permukaan, tapi setidaknya Sunda <em>Undergorund</em> minimal bisa mengenalkan Budaya Sunda kepada kalangan muda.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mesra dengan metal</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Gerakan Sunda <em>Underground</em> mulai memengaruhi anak muda Bandung terutama di komunitas metal sejak Utun bersinergi dengan komunitas Ujung Berung Rebels tahun 2007. Di acara festival metal Bandung Deathfest kedua tahun 2007, Utun yang kebetulan sangat menggandrungi metal dan <em>punk rock</em> mulai mengenalkan atribut-atribut kebudayaan Sunda seperti ikat kepala, dan pin kujang. Pagelaran metal metal tahunan itu juga mempertunjukan debus dan pencak silat, sebuah hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.</p>
<p>Iman Rachman, salah satu pegiat di komunitas Ujung Berung Rebels mengatakan, embrio semangat kasundaan di kalangan komunitas metal Ujung Berung sudah ada sejak 1995. Kala  itu band Sonic Torment menggunakan bahasa Sunda dalam setiap lagu-lagu mereka. Ini hal yang tidak lazim karena tren musik pada waktu itu adalah membawakan lagu band luar negeri semirip mungkin.</p>
<p>Sonic Torment bubar pada 1998 dan setelah itu tidak ada lagi band yang mengusung budaya sunda dalam pertunjukan mereka. Sekitar 2002 semangat kasundaan mulai menunjukan grafik naik. Pasalnya komunitas metal ujung berung membuat panggung sendiri dan mengibarkan identitas sendiri .</p>
<p>Tidak jelas apa penyebabnya, menurut Iman yang biasa dipanggil Kimung,  menuturkan, semangat kasundaan di komunitas metal tiba-tiba menjadi besar dan menjadi <em>massif</em> pada 2007. Hal sederhana yang bisa dilihat antara lain penggunaan lambing kujang sebagai logo Bandung Death Metal Syindicate dan pemakaian slogan Panceg Dina Galur. “Itu jelas menunjukan identitas Sunda,” tuturnya.</p>
<p>Kimung mengatakan, sekarang para pentolan di Ujung Berung Rebels seperti Abdul  Rochman (Jasad), Ameng (Disinfected), Okid (Gugat) sudah <em>nyunda</em>. Semua vokalis band cadas ini menggunakan iket, mengajak hadir di acara tumpek kaliwon, tumpek, Kapabaru Sunda, rajahan, dan kegiatan lainnya. Kimung menuturkan, meski terkesan hanya seperti di permukaan,tapi upaya ini ibarat membangun kesadaran diri dalam. “Setidaknya komitmen komunitas terhadap kasundaan sudah menguat,” ujarnya.</p>
<p>Terlebih, lanjut Kimung, Ujung Berung Rebels sendiri sudah menjadi perhatian global karena banyak periset dari luar negeri seperti Swedia, Amerika, dan Jerman meneliti Ujung berung Rebels. Ia berharap, para <em>kokolot</em> di komunitas ini member perhatian ke Kasundaan sehingga para nonoman (pemuda) juga turut menjaganya. “Lokalitas harus diperkuat jika sudah berbicara pada tataran global, kalo tidak mau kelibas” terangnya.</p>
<p>Utun sendiri secara pribadi merasa bahagia melihat perkembangan gerakan kasundaan di kalangan anak muda yang semakin marak. “Pakai ikat kepala, pin kujang dan itu menunjukan kebanggaan jatidiri mereka sebagai orang Sunda,” kata Utun dengan nada sumringah.</p>
<p><strong>Gadaikan motor</strong></p>
<p>Untuk membangun sebuah gerakan tentunya butuh pengorbanan, tenaga, pikiran, terutama uang. Sunda Underground sendiri berprinsip tidak mau mengemis dana dan kerajinan bikin proposal. “Jika dikasih ya diterima, tapi kalau harus minta mah <em>hoream,</em>” ujar Bapak dua anak ini.</p>
<p>Utun bercerita, pernah dia kirim proposal ke pemerintah, prosesnya sangat lama, enam bulan baru bisa cair sedangkan jumlah dana yang cair hanya Rp 250 ribu. “Mending jualan Aqua lah,” kata Utun dengan nada tawa.</p>
<p>Selain itu Utun pernah dua kali menggadaikan BPKB motor. Dari empat gelaran Penca On the street, dua kali gelaran dananya berasal dari kantong pribadi Utun. “Kalo saya punya keinginan, saya sendiri yang  harus menjalankan dan pake duit  sendiri,” tegasnya. Utun mengaku, selalu rezeki selalu datang dari tempat yang tidak terduga.</p>
<p>Dalam mendanai setiap kegiatan Sunda Underground, Utun lebih suka mengedepankan partisipasi publik untuk menumbuhkan kebanggan. “Jika mereka sudah cinta <em>mah</em>, ada duit ya ngasih, tapi kalau gak cinta, ada duit juga males ngasih,” pungkasnya. (<strong><em>Rivki Maulana Priyatna</em></strong> )</p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/membidani-kreativitas-melalui-ruang-kota/" title="Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota (December 20, 2009)">Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/mendefinisikan-kota-kreatif/" title="Mendefinisikan Kota Kreatif (December 20, 2009)">Mendefinisikan Kota Kreatif</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/kreativitas-warga-hidup-kota/" title="Kreativitas Warga, Hidup Kota (December 20, 2009)">Kreativitas Warga, Hidup Kota</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/metal-tapi-nyunda-kenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecha Kucha Night #7 Penuh Warna</title>
		<link>http://helarfest.com/2009/pecha-kucha-night-7-penuh-warna/</link>
		<comments>http://helarfest.com/2009/pecha-kucha-night-7-penuh-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 22:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Media Relation</dc:creator>
				<category><![CDATA[Helarfest09]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[gedung merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Helarfest 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pecha kucha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://helarfest.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Museum Konperensi Asia Afrika tampak istimewa Jumat itu (6/11). Museum yang juga bagian dari Gedung Merdeka ini tampak  ramai meski jam menunjukan 18.00.  Di hari biasa, museum ini tutup pukul 15.00 petang.
Sekitar seratusan anak muda Bandung memenuhi ruangan yang luasnya sebesar lapangan basket. Suasana temaram tiba-tiba menjadi riuh ketika dua orang yang kepala hingga pinggulnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Museum Konperensi Asia Afrika tampak istimewa Jumat itu (6/11). Museum yang juga bagian dari Gedung Merdeka ini tampak  ramai meski jam menunjukan 18.00.  Di hari biasa, museum ini tutup pukul 15.00 petang.</p>
<p>Sekitar seratusan anak muda Bandung memenuhi ruangan yang luasnya sebesar lapangan basket. Suasana temaram tiba-tiba menjadi riuh ketika dua orang yang kepala hingga pinggulnya ditutup kantong keresek hitam menyeruak dari belakang <em>stage</em>. Sambil memegang megafon dan mereka berjalan melewati massa yang tumplek di ruangan sebesar lapangan basket itu. Sesampainya di depan, salah satu dari mereka membuang sampah dari kantong hitam sementara yang lain memungutnya.<span id="more-701"></span></p>
<p>Mereka adalah Abie dan Panda, mahasiswa Desain Produk ITB yang menjadi <em>presenter</em> dalam gelaran Pecha Kucha Night (PKN) volume 7. Selama 400 detik mereka beraksi di depan pengunjung yang duduk lesehan. Mereka mempresentasikan <em>Youth Waste</em>, yakni bagaimana mengolah sampah menjadi barang-barang yang berguna. Tak heran, sepuluh slide mereka berisi foto-foto seputar sampah seperti pemulung, truk sampah, dan tempat pembuangan akhir sampah.</p>
<p>Pecha Kucha   - dalam bahasa Jepang berarti obrolan atau percakapan – adalah ruang publik bagi siapapun untuk saling berbagi hal-hal kreatid dalam bentuk presentasi ide, kegiatan, karya, komunitas, maupun hobi. Pecha Kucha juga bisa menjadi ajang bagi pegiat kreatif untuk bertemu, membentuk jejaring, dan mempublikasikan hal-hal kreatif kepada publik.</p>
<p><em>Presenter</em> harus mengikut format 20 x 20, artinya, presenter menyajikan 20 slide yang masing-masing berdurasi 20 detik.  Slide secara otomatis akan berpindah ke slide selanjutnya setiap 20 detik. Tantangan bagi presenter adalah bagaimana menyajikan ide secara optimal dan tepat sasaran dalam waktu 400 detik atau enam menit plus 40 detik.</p>
<p>Pecha Kucha digagas oleh dua arsitek asing yang bermukim di Jepang, Astrid Klein dan Mark Dytham. Kegiatan ini pertama kali digelar di Tokyo pada 2003. Saat ini, Pecha Kucha sudah tersebar di 254 Kota di seluruh penjuru dunia. Kota Bandung sendiri adalah kota pertama di Indonesia yang pertama kali menggelar Pecha Kucha.</p>
<p>Gelaran Pecha Kucha malam itu adalah yang ketujuh kalinya sejak pertama kali diadakan pada 8 Agustus 2008. Selain Abie dan Panda, ada 18 presenter dari berbagai kalangan lainnya yang menunjukan ide-ide kreatif mereka. Rizky Adiwilaga, seorang konsultan HAKI cum dosen misalnya, ia mempresentasikan masalah HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).</p>
<p>Fiki Satari, owner distro Airplane unjuk gigi dengan menampilkan seri <em>dancing smoke</em>, desain pakaian yang terinspirasi dari asap obat nyamuk bakar. Ryan Koesuma juga membeberkan aktivitasnya membangun Death Rock Star, situs jejaring music yang menyediakan informasi tentang music dan user juga bisa mengunduh lagu secara gratis.</p>
<p>Nelly Lolita Daniel, Koordinator Pecha Kucha Bandung mengatakan, Bandung memiliki banyak komunitas kreatif tapi masing-masing dari mereka masih terkotak-kotak. “Lewat Pecha Kucha kita lebur kota-kotak itu,” terangnya sebelum memberikan sambutan acara. Nelly menambahkan, di Pecha Kucha Night, setiap komunitas bisa melihat apa yang dikerjakan komunitas lain. Nelly menambahkan, Pecha Kucha bersifat informal. Setiap presenter bebas presenter bebas dalam menyampaikan ide-idenya selama mengikuti format 20&#215;20.  “Jadi si presenter bisa <em>ngetop</em> dalam satu malam,” tutur direktur <a href="http://www.labo.are.ma/" target="_blank">LABO Architecture and Design</a>.</p>
<p>***</p>
<p>Antusiasme pengunjung yang kebanyakan anak muda terlihat jelas malam itu. Sebagian yang tidak beruntung terpaksa harus berdiri. Sebagian kecil ada yang berlalu lalang di koridor jalan menuju pintu keluar. Tak jarang, riuh tepuk tangan membuat suasana semakin meriah. Derai tawa juga kadang melesat ke langit-langit gedung yang dibangun tahun 1895 tersebut. Misalnya ketika Abie dan Panda melakukana aksi teatrikal membuang dan memungut sampah, Ridwan Kamil yang menjadi <em>Host</em> malam itu menimpal, “Ya sampah yang terakhir adalah Anggodo dan Anggoro” tak pelak derai tawa pun bergemuruh.</p>
<p>Banyak pula dari pengunjung yang terinspirasi acara ini. Leo (19) mengungkapkan, ia senang sekali melihat Pecha Kucha Night. “Acaranya bagus banget, buat kita anak-anak muda, banyak informasi yang inspiratif”. Mahasiswa Arsitektur Universitas Sebelas Maret Solo ini  menuturkan, ide-ide presenter yang tampil di Pecha Kucha Night volume 7 juga menunjang pengetahuannya di kampus. Leo juga berharap, Pecha  Kucha lebih sering digelar lagi, terutama di kota asalnya, Solo. Ia memang hanya kebetulan datang ke hajatan Pecha Kucha karena ia dan kawan-kawannya sedang study tour di Bandung.</p>
<p>Nelly mengatakan, Pecha Kucha direncanakan akan digelar lagi dua bulan mendatang. Adapun setiap kota yang sudah tergabung dalam Pecha Kucha Internasional – pusatnya di Tokyo – diharuskan mengadakan Pecha Kucha Night paling sedikit empat kali. Sementara Bandung, tahun ini sudah menggelar tujuh kali Pecha Kucha Night dan selalu antusias di setiap gelarannya. (<strong><em>Rivki Priatna</em></strong>)</p>

	<h5>Related posts</h5>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/membidani-kreativitas-melalui-ruang-kota/" title="Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota (December 20, 2009)">Membidani Kreativitas Melalui Ruang Kota</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/mendefinisikan-kota-kreatif/" title="Mendefinisikan Kota Kreatif (December 20, 2009)">Mendefinisikan Kota Kreatif</a> (0)</li>
	<li><a href="http://helarfest.com/2009/kreativitas-warga-hidup-kota/" title="Kreativitas Warga, Hidup Kota (December 20, 2009)">Kreativitas Warga, Hidup Kota</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://helarfest.com/2009/pecha-kucha-night-7-penuh-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 2.131 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-06 16:38:11 -->

