oleh Irvan A. Noe’man
Bandung Creative City Forum (BCCF), yang mewadahi berbagai kegiatan dan keahlian dari beragam disiplin sub-sektor industri kreatif, telah sepakat melahirkan suatu identitas. Identitas yang mengikat komunitas kreatif dan para pemangku-kepentingan (stakeholders) pada visi Bandung sebagai kota kreatif.
Ekspresi visual identitas digambarkan dalam karakter tipografi-huruf (dot).bdg. Di dalam kerangka tipografi ini dapat diisi dengan motif maupun warna sesuai karakter dari masing-masing pelaku kegiatan ekonomi kreatif yang bernaung di dalam forum cair berbasis komunitas tersebut. Dengan karakter yang sederhana sehingga mudah diingat dan mampu menarik perhatian yang memenuhi syarat prinsip sebuah eksistensi identitas
Ekspresi (dot).bdg maupun identitas absolut yang dapat merepresentasikan semua aspek kegiatan industri dan ekonomi kreatif di kota Bandung. Bandung sebagai suatu kota yang bersifat terbuka dan kontemporer dan berorientasi lokal dan global. Sebagai tanda dari sebuah eksistensi yang senantiasa menjadi rujukan bagi siapapun.
Selain itu, identitas tersebut mencitrakan ciri-ciri suatu komunitas, tempat atau kota yang kreatif menurut Richard Florida, dengan adanya Talenta, Teknologi dan Toleransi yang tinggi. Diharapkan komunitas kreatif dan pemangku-kepentingan lain yang mendukung visi Bandung Emerging Creative City dapat merangkaikan sektor atau kegiatan mereka bersama identitas (dot).bdg tersebut, seperti helarfest.bdg - tourism.bdg - invest.bdg dan lain-lain.
Istilah Branding dalam satu daswarsa terakhir semakin sering disebut dan mendapat perhatian. Hal ini terjadi karena pada era globalisasi sekarang, orang sulit membedakan diantara begitu banyaknya produk dan jasa pelayanan. Sejalan dengan kompetisi ketat yang menghadirkan pilihan-pilihan, maka perbedaan (diferensiasi) menjadi hal yang mutlak (imperatif).
Branding produk dalam dunia retail sudah lama ada, bahkan sebelum istilah branding ini marak menjadi perhatian. Branding korporasi juga tak kalah pesat berkembangnya. Selanjutnya kini branding juga merambah wilayah geografis, ekonomi dan sosial-budaya yang terkait dengan sebuah kota. Atau lebih sering disebut dengan istilah city branding.
Sebelum membahas tentang city branding, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu, apakah sebenarnya branding itu. Menurut William Herald Wong, Brand adalah apa yang Anda katakan pada teman-teman, setelah melewati satu pengalaman.
Sementara Saxone Woon, managing director Immortal the design station dari Singapura, mendefinisikan brand sebagai “suatu janji” - apa yang dirasakan dan diharapkan dalam setiap pikiran orang tentang suatu produk, pelayanan atau perusahaan.
Brand tidak sekedar nama, logo atau citra grafis. Brand mengkomunikasikan secara jelas siapa diri Anda, apa yang Anda lakukan, mengapa Anda melakukannya dan mengapa Anda memperdulikannya.
Jadi apa relevansi branding bagi identitas suatu kota?
Ketika branding dikaitkan dengan sebuah kota, maka harus bisa mengkomunikasikan dengan jelas seperti apa kota tersebut, apa saja yang dimilikinya, dan mengapa kota tersebut patut mendapat perhatian. Sehingga siapapun yang bertandang ke kota tersebut, atau penduduk kota itu sekalipun, dapat memaparkan secara singkat citra kota tersebut.
Kegiatan city branding sebenarnya tidak hanya sebatas membuat slogan atau logo, tetapi merupakan ruh dari kota itu sendiri. Ruh yang menjiwai segala aktifitas kota, baik itu jiwa warganya, watak birokrasinya, maupun sarana infrastrukturnya. Sementara slogan, logo, desain interior, arsitektur bangunan, ruang publik serta unsur penataan visual kota lainnya merupakan penyempurna dari keseluruhan ruh kota. City branding juga menuntut sinergi dari keseluruhan unsur pembentuk kota, baik manusianya, fasilitas umum, infrastruktur maupun sistem transportasinya. Tanpa sinergi yang baik, upaya city branding akan sia-sia.
Fungsinya tidak hanya mencakup komunikasi pemasaran kota secara umum tetapi dapat juga mendukung strategi pengembangan seni-budaya dan pariwisata, sentra industri dan perdagangan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan masih banyak lagi. Dampak akumulasi dari semuanya akan turut memutar roda perekonomian dari masyarakat di kota tersebut.
City branding sangat bergantung pada sikap dan perilaku penduduk kota terhadap perubahan-perubahan yang ada. Sebagai contoh, Singapura dapat memposisikan dirinya sebagai kota-negara tanpa sampah dan membawa dampak positif bagi sektor-sektor kehidupan lainnya. Hal itu terjadi karena kebiasaan penduduk untuk membuang sampah pada tempatnya. Mereka melakukannya dengan konsistensi disertai penegakan hukum yang tegas.
City branding tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Mengingat identitas kota melibatkan kebiasaan manusia berperilaku, kesuksesan sebuah city branding bergantung pada masyarakatnya, konsistensi dan kontinuitas implementasinya serta dana yang mencukupi.
Identitas branding kota Bandung merupakan kreasi tim di bawah naungan BCCF yang terdiri dari Irvan A. Noe’man sebagai ketua tim branding, Tata Soemardi dan Yulianti Tanyadji (masing-masing urban designer), serta Hendi Hertiasa, Adi Panuntun, Faisal Rahmat, Tri Anugrah dan Endira (masing-masing desainer komunikasi visual), yang bekerja secara kolektif bersama komunitas BCCF dalam melahirkan branding (dot).bdg
Identitas Bandung yang unik tersebut diharapkan dapat menjadi unsur pemersatu kota, sebab branding yang terbangun secara kolektif dan berbasis masyarakat sejatinya dimiliki semua pihak, mulai dari pelaku kegiatan informal, komunitas, maupun juga dapat secara resmi dipakai oleh pihak Pemerintah Kota.






























KEREN EUY
Duh, bete euy..teu bisa datang…. ;(
anyar… alus…
alus euy konsepna… i love it
i love bandung and i am really excited the concept of [dot]bdg.
i hope for [dot]bdg could be registered for TLD. i’ll using it for my project site heihofashion.com to heihofashion.bdg… hahaha sounds cool… ceuna siga nu-yok, paris, berlin… hahaha beneran alus euy
hail to pecha kucha night and BCCF for bandung emerging creative city
boleh minta email mas?
mau diskusi ttg city branding.
tks
muhith harahap@yahoo.co.id
great..
moal aya deui lah nu jiga kieu mah,, i luv bdg..
cheers
—–
http://www.bemzinside.net
http://www.vikingpersib.net
bagaimana citra branding dapat menjadi sikap dan perilaku masyarakat ?
keren” ,
gimana kalo ditambah tanda seru, jadi .bdg! ?
tapi asa rame teuing ketang .
hehe
sok atuh jadi kota kreatif teh ulah ngan saukur slogan wungkul
hehe
infrastruktur kota kedah ngadukung
benahan kotana nu endah
lobaan hutan kota na
semangat aah !!!
PASTI BISA DA !!!!