oleh Irvan A. Noe’man

Bandung Creative City Forum (BCCF), yang mewadahi berbagai kegiatan dan keahlian dari beragam disiplin sub-sektor industri kreatif, telah sepakat melahirkan suatu identitas. Identitas yang mengikat komunitas kreatif dan para pemangku-kepentingan (stakeholders) pada visi Bandung sebagai kota kreatif.
Ekspresi visual identitas digambarkan dalam karakter tipografi-huruf (dot).bdg. Di dalam kerangka tipografi ini dapat diisi dengan motif maupun warna sesuai karakter dari masing-masing pelaku kegiatan ekonomi kreatif yang bernaung di dalam forum cair berbasis komunitas tersebut. Dengan karakter yang sederhana sehingga mudah diingat dan mampu menarik perhatian yang memenuhi syarat prinsip sebuah eksistensi identitas
Continue reading ‘City Branding, Bandung Emerging Creative City’
Related posts
Oleh M. Ridwan Kamil
Di sore yang dingin di sebuah kafe di jalan Dago Bandung, seorang anak muda bercelana pendek terlihat serius menatap layar laptop miliknya. Sesekali tangan kanannya memegang cangkir kopi untuk ia teguk. Sore itu ia tidak sedang bermain. Ia sedang bekerja mengirim program-program yang ia desain ke Google di Amerika. Untuk itu ia dibayar sangat mahal setiap bulannya.
Dunia memang sedang berubah. Keterpisahan oleh jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah bagi orang-orang yang bekerja di industri kreatif. Industri kreatif umumnya melahirkan inovasi-inovasi yang layak dipatenkan. Karenanya orang-orang yang bekerja di dunia penelitian sains dan teknologi, arsitek, desainer produk/mebel, desainer grafis, pemusik dan seniman adalah bagian dari keluarga besar ekonomi kreatif. Pergeseran orientasi ekonomi dunia dari ekonomi Fordist ke post-Fordist yang mengedepankan aset sumber daya manusia, telah menyebabkan persaingan luar biasa dalam merebut dan merayu talenta-talenta di dunia kreatif ini. Masa depan ekonomi dunia berada di pundak orang-orang kreatif yang mampu menyulap pengetahuan dan kreativitas menjadi inovasi yang melahirkan mesin ekonomi yang luar biasa. Dan kota-kota dunia pun berlomba-lomba merayu para talenta ini. Atau diistilahkan Richard Florida sebagai fenomena ‘global competition of talents.’ Itulah sebabnya Silicon Valley keluar sebagai pemenang. Itulah sebabnya kota-kota di Inggris dan Belanda beralih dari ekonomi berbasis industri menjadi ekonomi kreatif sebagai basis masa depan. Di Inggris mereka menghasilkan pergerakan ekonomi senilai 112 milyar Poundsterling. Di Singapura, tahun 2005 diluncurkan gerakan ekonomi kreatif dengan tema Design Singapore, Media 21 dan Rennaisance City 2.0.
Bagaimana dengan kita?
Continue reading ‘Bersaing Global Dengan Ekonomi Kreatif’
Related posts
Latest Comments
RSSgogs-store.com, qudil
gogs-store.com, No Nos, de maulana, er
gogs-store.com, vibe, reggi, reggi, giew angry, rizk always grind still comedy, reggi, iazZ, iazZ, Sir Thomas Odolf [...]
gogs-store.com, gogs-store.com, eothevil, Rizal, de maulana, bemzinside, muhith harahap, indy, randy, Rendy [...]
Jocelyn Lee, bemzinside, James, hendra
de maulana