Latest Photos from Flickr tagged "Helarfest09"

  • Owl
  • Cow
  • Skyscrappers around Trees
  • Cepot
  • Skyscrappers under Sun
  • Puzzle: Lion
  • Puzzle: Finger
  • Giraffe
  • Rabbit inside Box
  • Chicken Life – Right
  • Chicken Life – Middle
  • Two Periods
  • Three Periods
  • Rainbow – Left
  • Black Animals – Snake
  • Rainbow – Right
  • Helarfest Bandung 2009 – Mural Project
  • Giraffe and Pegasus

About Helarfest

H
elarfest is series of events showcasing the emerging creative culture in Bandung city, West Java - Indonesia. Organized by BCCF, Helarfest 2009 will be held from October to December 2009, with each one of its 70+ events is hosted independently by 30+ creative communities.

Helarfest incorporate various activities and programs that presents a wide selection of creative works in the field of Music, Film, Art, Architecture, Media, Design, Technology, Traditional Culture & Heritage, Environment and many more in local and global scale. The spectacular quantity generated made this festival is the biggest city-wide festival in South East Asia, making Bandung the forefront of emerging creative city in Asia.

» View the BIG Calendar

Workshop Indie Movie Distribution

by Ryan Koesuma on October 12, 2009 · 3 comments

in Course / Training / Workshop, Events

Dec ’09
12

Venue: Common Room

Workshop tentang distribusi perfilman indie.

Organizer/CP
LTM ITB & Sembilan Matahari
Feni 085721681507 arfenita_nita@yahoo.com
Shana 085624071902 pickbird@yahoo.com

Related posts

{ 3 comments… read them below or add one }

1 dalim December 5, 2009 at 3:03 pm

fimnya ada apa aja??

gmana caranya untuk bisa ntn??

Reply

2 eloracydonia December 10, 2009 at 5:45 pm

SEMINAR INDIE MOVIE DISTRIBUTION

Date: Saturday, December 12, 2009
Time: 1:00pm – 5:00pm
Location: Bioskop Kampus ITB (9009)
TICKET : FREE!

Pemateri:
-John Badalu (Pendiri dan Direktur Q! Film Festival); berbicara mengenai distribusi lingkup Internasional.
-Lulu Ratna (Pendiri distribusi Boemboe untuk Film Pendek Indonesia); berbicara mengenai distribusi lingkup Nasional.

Untuk lebih spesifik menjawab permasalahan filmmaker indie mengenai distribusi, GANFFEST 2010 mengadakan Seminar Distribusi Film Indie.

Filmmaker indie mamiliki ide yang orisinil sehingga dapat menghasilkan ide yang segar. Akan tetapi, berbagai masalah kerap terjadi karena keterbatasan yang dimilikinya. Salah satunya seputar jaringan distribusi untuk film yang dibuatnya. Diharapkan, dengan adanya acara ini, para filmmaker dapat mengetahui jalur distribusi film yang ada. Sehingga filmnya tak hanya berakhir di dalam sebuah lemari tanpa ada yang melihat.

Seminar GRATIS, mendapat sertifikat, tempat terbatas.

Registrasi ke ganffest2010@yahoo.com
sebelum tanggal 12 Desember 2010.

CP: Ibrahim Al Irsyad (08562230014); Arfenia Nita (085721681507)

TENTANG PEMATERI
Lulu Ratna
Lulu Ratna (lahir Jakarta, 1972) belajar antropologi di Universitas Indonesia. Dia pernah bertindak sebagai manajer festival di Jakarta International Film Festival (1999) dan pada tahun 2000 ia mendirikan Yayasan Kofiden, yang mendukung kepentingan-film independen dan videomakers di Indonesia. Dia mengorganisir Independen Indonesia Film-Video Festival 2000-2002 dan bekerja sebagai film-event organizer untuk Goethe Institut di Jakarta. Ratna telah diundang sebagai Programmer Film Indonesia untuk berbagai festival film pendek internasional, termasuk di Oberhausen (2001) dan Tampere, Finlandia (2002), dan dia adalah anggota juri pada ?No Budget Competition? di Hamburg International Short Film Festival [2003]. Pada 2003 ia menyelenggarakan festival film Indonesia kecil, ?Indonesia Calling!?, Di Amsterdam dan Rotterdam, bersama-sama dengan Karel Doing. Pada 2003 ia juga mendirikan distribusi Boemboe untuk Film Pendek Indonesia di mana dia bekerja sampai sekarang. Dia baru-baru ini mendapat beasiswa oleh Asian Cultural Council di New York untuk menghadiri sebuah kursus intensif Manajemen Seni. Dokumenter pertamanya, The City Bus (2003), terpilih untuk Singapura International Film Festival 2004.

John Badalu
John Badalu berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan dan tinggal di Jakarta selama 20 tahun. Dia adalah seorang produser film dan humas. John Badalu bekerja untuk membalikkan kecenderungan budaya diskriminasi terhadap Lesbian, Gay, Bisexual, dan Trans-seksual (LGBT) individu di Indonesia. Menggunakan media yang sangat popular, film, ia meningkatkan toleransi terhadap keragaman dan memberdayakan kaum minoritas seksual. Dia merupakan pendiri dan direktur saat ini dari Q! Film Festival. John Badalu sering diundang ke festival film Internasional. Sehingga aktris Ria Irawan pernah menyebut John Badalu sebagai menteri urusan luar negeri film Indonesia.

Reply

3 eloracydonia December 10, 2009 at 5:44 pm

Date: Saturday, December 12, 2009
Time: 1:00pm – 5:00pm
Location: Bioskop Kampus ITB (9009)

Pemateri:
-John Badalu (Pendiri dan Direktur Q! Film Festival); berbicara mengenai distribusi lingkup Internasional.
-Lulu Ratna (Pendiri distribusi Boemboe untuk Film Pendek Indonesia); berbicara mengenai distribusi lingkup Nasional.

Untuk lebih spesifik menjawab permasalahan filmmaker indie mengenai distribusi, GANFFEST 2010 mengadakan Seminar Distribusi Film Indie.

Filmmaker indie mamiliki ide yang orisinil sehingga dapat menghasilkan ide yang segar. Akan tetapi, berbagai masalah kerap terjadi karena keterbatasan yang dimilikinya. Salah satunya seputar jaringan distribusi untuk film yang dibuatnya. Diharapkan, dengan adanya acara ini, para filmmaker dapat mengetahui jalur distribusi film yang ada. Sehingga filmnya tak hanya berakhir di dalam sebuah lemari tanpa ada yang melihat.

Seminar GRATIS, mendapat sertifikat, tempat terbatas.

Registrasi ke ganffest2010@yahoo.com
sebelum tanggal 12 Desember 2010.

CP: Ibrahim Al Irsyad (08562230014); Arfenia Nita (085721681507)

TENTANG PEMATERI
Lulu Ratna
Lulu Ratna (lahir Jakarta, 1972) belajar antropologi di Universitas Indonesia. Dia pernah bertindak sebagai manajer festival di Jakarta International Film Festival (1999) dan pada tahun 2000 ia mendirikan Yayasan Kofiden, yang mendukung kepentingan-film independen dan videomakers di Indonesia. Dia mengorganisir Independen Indonesia Film-Video Festival 2000-2002 dan bekerja sebagai film-event organizer untuk Goethe Institut di Jakarta. Ratna telah diundang sebagai Programmer Film Indonesia untuk berbagai festival film pendek internasional, termasuk di Oberhausen (2001) dan Tampere, Finlandia (2002), dan dia adalah anggota juri pada ?No Budget Competition? di Hamburg International Short Film Festival [2003]. Pada 2003 ia menyelenggarakan festival film Indonesia kecil, ?Indonesia Calling!?, Di Amsterdam dan Rotterdam, bersama-sama dengan Karel Doing. Pada 2003 ia juga mendirikan distribusi Boemboe untuk Film Pendek Indonesia di mana dia bekerja sampai sekarang. Dia baru-baru ini mendapat beasiswa oleh Asian Cultural Council di New York untuk menghadiri sebuah kursus intensif Manajemen Seni. Dokumenter pertamanya, The City Bus (2003), terpilih untuk Singapura International Film Festival 2004.

John Badalu
John Badalu berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan dan tinggal di Jakarta selama 20 tahun. Dia adalah seorang produser film dan humas. John Badalu bekerja untuk membalikkan kecenderungan budaya diskriminasi terhadap Lesbian, Gay, Bisexual, dan Trans-seksual (LGBT) individu di Indonesia. Menggunakan media yang sangat popular, film, ia meningkatkan toleransi terhadap keragaman dan memberdayakan kaum minoritas seksual. Dia merupakan pendiri dan direktur saat ini dari Q! Film Festival. John Badalu sering diundang ke festival film Internasional. Sehingga aktris Ria Irawan pernah menyebut John Badalu sebagai menteri urusan luar negeri film Indonesia.

Reply

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Previous post: Creative Bikefest

Next post: Batik Fractal Exhibition