Gedung Merdeka dan Gedung Sate adalah dua dari sekian banyak landmark kota Bandung yang senantiasa menarik untuk dikunjungi. Lokasi keduanya tidak bisa dibilang berdekatan. Namun jika memang direncanakan, sebuah acara jalan-jalan mengunjungi kedua ikon kota ini bisa dikemas sedemikian rupa sehingga menarik minat orang untuk berpartisipasi. Itulah yang terjadi pada acara Tourismagination pada Jumat (6/11) lalu.
Meski sedikit gerimis, tak menyurutkan minat para peserta yang kebanyakan adalah siswa sekolah International Bandung Alliance International School (BAIS) yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, untuk mengenal kota Bandung lebih intim. Sasaran kegiatan Tourismagination memang sederhana saja. Memberikan suguhan pariwisata kota, dalam bentuk paparan keunikan sejarah yang dimilikinya.
Lantas, kenapa pesertanya siswa sekolah internasional? Semata agar acara yang baru pertama kali diadakan dan merupakan rangkaian dari kegiatan Helarfest 2009 ini juga menjadi konsumsi para pendatang (baca turis). Dengan demikian, Bandung juga memiliki sesuatu yang dapat dikenang oleh para siswa sekolah internasional ini, yang kemudian tersimpan dalam ingatan mereka saat pulang ke negaranya masing-masing.
Menurut Koordinator Toursimagination A. Wisnu Herdiansyah, tujuan acara ini lebih pada upaya untuk mengenalkan Kota Bandung “Aktifitas kepariwisataan tidak harus monoton, berjalan kaki melihat dan menikmati arsitektur gedung pun bisa dikategorikan aktifitas pariwisata.” katanya. Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, seperti Masjid Agung, Aston (the Green Hotel), Airplane dan Gedung Sate.
Para peserta terlihat sangat menikmati rangkaian dari kegiatan Tourismagination ini hingga berakhir pada pukul 17.00 di Gedung Sate. Acara ini akan digelar kembali setiap minggunya dengan peserta yang berbeda. Termasuk siswa sekolah lokal yang akan mendapat giliran untuk mengikuti acara pengenalan Kota Bandung ini. (Eka Harumi Sediaswati)

















