newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=111484
MENGUSUNG tema “Speak Louder”, pada tahun ketiga penyelenggaraan Kickfest, sebanyak 130 booth clothing dan distro ternama ikut ambil bagian pada perhelatan yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), 20-22 November. Dengan banyaknya pilihan tersebut, tentu tak berlebihan jika event tahunan ini menjadi salah satu “surga” bagi para pencinta produk clothing dan distro.
Sebut saja Ouval, Unkl347, God.Inc, Invictus, Wadezigl, Flashy, Screamous, Nichers, Inksomnia, D’Loops, Blankwear, Thisconnect, Airplane, sebagai booth clothing ternama yang turut ambil bagian dalam event tahunan tersebut.
Selain itu, harga yang ditawarkan pun di bawah harga pada umumnya. Diskon spesial bertebaran di setiap stan, mulai dari 20 persen hingga 50 persen. Bahkan, tak jarang pula ada yang membanderol harga Rp 100.000,00 untuk tiga baju. Tawaran yang tentunya menggiurkan.
Ryan (19), mengaku telah menunggu penyelenggaraan event ini. Pasalnya, ia bisa memanjakan diri untuk memilih setiap rancangan yang diinginkannya. “Anak muda sekali. Semua distro tumplek di sini. Kalau harus dikelilingin satu persatu kan tidak mungkin selesai dalam sehari. Selain itu, harganya murah banget,” kata Ryan, mahasiswa Universitas Maranatha yang turut hadir dalam event tersebut.
Hal yang sama diungkapkan Desi (16), yang telah berkeliling selama beberapa jam untuk berburu baju yang ia inginkan. “Di sini itu harganya murah. Ada diskon, lalu ada juga baju yang biasanya Rp 80.000,00-Rp 100.000,00, di sini dijual Rp 100.000,00 dapat tiga,” ungkapnya dengan wajah berseri.
“Baru belanja Rp 130.000,00 sih. Ini udah dapat tas kecil sama baju. Kalau bukan di Kickfest harga tas Rp 120.000,00 sedangkan bajunya Rp 80.000,00. Ya pasti lebih murah di Kickfest,” ujar Dion (19), mahasiswa IM Telkom.
Merujuk pada fakta itu, tentunya bukan hal yang mencengangkan jika dalam tiga jam pembukaannya, Kickfest 2009 telah dikunjungi oleh 2.000 orang, meskipun untuk memasuki area tersebut pengunjung dikenai biaya Rp 5.000,00. Dalam tiga hari pelaksanaannya, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 70.000 orang.
Adapun produk yang dapat ditemukan di antaranya baju, sepatu, dompet, jaket, celana, tas, sandal, topi, dan sejumlah barang lainnya.
**
Ketua Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) Ade Andriansyah mengatakan, industri clothing dan distro merupakan salah satu contoh sukses perkembangan industri kreatif. Industri tersebut berkembang secara mandiri, dengan berbasiskan desain dan pergerakan komunitas.
“Industri ini bermula ketika sekelompok anak muda membangun lima label clothing dari sebatas kesamaan hobi, yang kemudian mewabah ke berbagai kota. Saat ini, terdapat sekitar seribu industri clothing yang terdapat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ryan L.H., Head of Communication Dept. Independent Network Indonesia menambahkan, event Kickfest merupakan momentum yang tepat untuk menggaungkan rasa nasionalisme. Pasalnya, seluruh produk yang dihasilkan merupakan karya lokal.
“Kickfest telah berhasil mewadahi merek lokal dan mepresentasikannya ke dalam perhelatan berkelas. Tidak ada obral produk , yang ada hanya bagaimana label clothing berlomba menjual kreativitas. Hal inilah yang membuat karya anak bangsa terlihat begitu jelas,” ujarnya.
“Di Kickfest kita akan melihat bagaimana produk anak bangsa di respons sangat positif dan menginspirasi untuk menciptakan ekonomi kreatif,” ujar Reza Pamungkas dari Independent Network Indonesia menambahkan.
Event Coordinator Kick Joseph Siddi menjelaskan, untuk dapat mengikuti event Kickfest, seluruh clothing dan distro terlebih dahulu melalui proses screening. Hal itu dimaksudkan agar produk yang ditampilkan berdedikasi tinggi pada pergerakan lokal, dan originalitasnya dapat dipertanggungjawabkan. (Yulistyne Kasumaningrum/ “PR”)***

















