| Nov ’09 |
| 8 |
| 5:00 pm |
| Nov ’09 |
| 14 |
| 5:00 pm |
| Nov ’09 |
| 20 |
| 5:00 pm |
| Nov ’09 |
| 29 |
| 5:00 pm |
| Dec ’09 |
| 6 |
| 5:00 pm |
Venue: Rumah Buku, Common Room, Bioskop Kampus ITB, CC Timur Kampus ITB, Reading Lights
Sebuah event simbolik bagi pergerakan para komunitas perfilman indie Indonesia melalui sebuah bentuk acara eksibisi dan apresiasi dalam kemasan pemutaran dan diskusi film-film indie pendek dari berbagai komunitas di Indonesia. Para komunitas film indie Bandung berperan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraannya.
Tujuan: Menunjukkan pada masyarakat Bandung pada khususnya, masyarakat indonesia pada umumnya bahwa semangat berkarya para film maker Indonesia masih sangat besar untuk menciptakan industri perfilman yang lebih baik ke depannya.
Sasaran Program:
- Seluruh komunitas film indie di Indonesia agar memiliki rasa keterikatan yang kuat sebagai penggerak bersama di GANFFEST 2010 untuk bersatu dalam menunjukkan karya film indienya (bagi komunitas yang aktif berproduksi ). Bagi komunitas yang tidak aktif berproduksi maka akan menunjukkan pergerakannya melalui pengisian data base dan keaktifannya pada website GFF.
- Seluruh masyarakat Indonesia agar memiliki semangat berkarya dalam menciptakan industri film indie Indonesia.
- Sasaran Tiap Event GIMM:
- 28 Komunitas Bandung (Khususnya, dari tiap komunitas 2 orang)
- 100 masyarakat individu kota bandung diluar komunitas
*sasaran pengunjung juga dibatasi oleh kapasitas tempat
Waktu :
- Waktu pemutaran 17.00-19.30 WIB
- Waktu diskusi 19.30-21.00 WIB
(dalam waktu pemutaran tertentu GIMM ada yang mulai pukul 18.30)
GIMM dilaksanakan selama 6 kali pemutaran setiap akhir minggu, dimana setiap minggunya ada empat film pendek yang diapresiasi dan eksibisi. Pada setiap pemutarannya ada kejaran materi yang akan disampaiakan pada masyarakat, yaitu:
Pemutaran 1
Waktu : 31 Oktober 2009
Tempat : Reading Lights
Materi : Perkenalan perfilman Indonesia
(Telah dilakukan dengan target peserta 30. Pada pelaksanaannya penonton yang hadir 53 orang)
Pemutaran 2
Waktu : 8 November 2009
Tempat : E-Plex PVJ
Materi : Perkenalan karakter perfilman era 70-80an
(Telah dilakukan dengan target peserta 40. Pada pelaksanaannya penonton yang hadir 55 orang)
Pemutaran 3
Waktu : 14 November 2009
Tempat : Gedung Bioskop Kampus ITB
Waktu : 18.30-21.00 WIB
Materi : Karakter perfilman era 90an
Sasaran : 150 penonton
Pemutaran 4
Waktu : 20, November 2009
Tempat : Galeri soemardja, Kampus ITB(dalam konfirmasi)
Materi :
- Latar belakang lahirnya perfilman indie
- Pengertian dari perfilman indie Indonesia.
- Pemaparan Inovasi teknologi perfilman dalam industri perfilman.
Sasaran : 150 penonton
Pemutaran 5
Waktu : 21 November 2009
Tempat : Galeri Soemardja, Kampus ITB
Materi : Perbandingan film mainstream dengan film indie serta aplikasi teknologinya.
Sasaran : 150 penonton
Pemutaran 6
Waktu : 6 Desember 2009
Tempat : Commonroom
Materi :
- Pengertian dari industri perfilman indie dan penyadaran masyarakat untuk bergerak bersama-sama menciptakan industri perfilman Indie yang lebih baik.
- Bukti kongkrit pergerakan secara bersama ini dapat di representasikan melalui keterlibatan dalam GANFFEST 2010.
Sasaran : 150 penonton
Organizer/CP
LTM ITB & Sembilan Matahari
Feni 085721681507 arfenita_nita@yahoo.com
Shana 085624071902 pickbird@yahoo.com


















{ 11 comments… read them below or add one }
byar ga ntnnya??
judul film nya ga disebutin yah?
mulainnya jam brp neh???
lhah pendaftarannya kapan sie?
filmnya apa aja nih? masih bisa nawarin short film ngga? kalo bisa, contact please… lagi butuh film festival nih… kalo ngga, ada rekomendasi film fest lainnya?
waktu detilnya kapan yag?
mao info lengkapnya..
daftar film nya, tiket dsb.. thks
Kok ga di umumin lewat Website Ganffest aja sih? kan agak repot nih cari info tentang Ganffest…
Kalo mau nonton bayarnya berapa? trus booking tiket ke mana?
Malam puncak dari GANFFEST INDIE MOVIE MOVEMENT at HELARFEST 2009 diisi oleh CINEMA LOVERS COMMUNITY PURBALINGGA dan DANIEL RUDI dari IKJ!
Ini adalah event GRATIS yang merupakan rangkaian pre-event dari GANESHA FILM FESTIVAL 2010 yang telah menjadi bagian dari HELARFEST 2010.
Waktu : 6 Desember 2009
Pukul : 18.30 – 21.30 WIB
Tempat : Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8 Bandung
Berikut film-film pendek yang akan diputar dari CLC PURBALINGGA:
1. PROFIL JKFB
(5 menit)
2. NYARUTANG oleh Asep Triyatno l Bozz Community l
(10 menit)
Jono yang menemukan dompet Adel secara tidak sengaja kemudian Jono berusaha membayar hutang atas uang yang dipakainya.
* Film Perhatian Khusus Juri (JKFB Award)
* Boemboe Forum 2009
3. SANDAL JEPIT oleh Bani Dwi K l Masih Timur Films l
(15 menit
Seorang anak yang selalu kehilangan sanda jepitnya dan selalu menggantinya dengan membeli yang baru.
* Film Terbaik I Purbalingga Film Festival 2009
* Film Pilihan Penonton (CLC Award)
* Courts-Circuits: Spécial à courts d’écran CCF 2009
4. SEKITAR MIDNIGHT oleh Felix dan Pito l Teater Brankas l
(15 menit)
Malam Jumat Kliwon bagi orang desa masih dianggap misteri. Apa jadinya kalau itu terjadi dan nyata?
* Film Nominasi Purbalingga Film Festival 2009
* Courts-Circuits: Spécial à courts d’écran CCF 2009
* Film Fiksi Pendek Terbaik Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009
* Penghargaan Konfiden (Favorit Penonton) Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009
5. ADU JAGO oleh Bowo Leksono l Cinema Lovers Community
(9 menit)
Bagaimana kedewasaan berdemokrasi bagi masyarakat desa saat diuji di Pilkades?
* Film Terbaik (kategori dokumenter) Mafviefest (Malang Film Video Festival) 2007
Dan selanjutnya film-film dokumenter dari DANIEL RUDI :
6. Muara Angke oleh Daniel Rudi
(10 menit)
Berkisah tentang perdebatan dua orang aktivis Lingkungan Hidup di sebuah perahu. Mereka berdebat mengenai siapa yang bertanggungjawab terhadap pencemaran lingkungan di Jakarta. Tanpa sadar mereka terjebak di pantai sampah, tempat jutaan ton sampah menggunung di pantai utara Jakarta.
7. To Mompalivu Bure oleh Daniel Rudi
(48 menit)
Berkisah tentang kehidupan suku Wana (Suku Ta’) di pedalaman hutan Morowali Sulawesi Tengah. Mereka tengah menghadapi perubahan demi perubahan di wilayah adatnya. Resistensi mereka terlihat dari cara pandang terhadap suatu masalah yang datang dari luar wilayah adat mereka. Suku Wana merupakan komunitas yang masih mempertahankan pola hidup nomaden. Mereka adalah pewaris hak adat hutan Morowali, Agama dan Pemilu membawa dampak perubahan pada kehidupan mereka. Dampak merugi atau dampak yang menguntungkan?.
Semua detail dan kelengkapan acara dapat diakses di
ganffest.lfm-itb.com
Detail dan kelengkapan acara dapat diakses di :
ganffest.lfm-itb.com
Salam!