Latest Photos from Flickr tagged "Helarfest09"

  • Helarfest Bandung 2009 – Mural Project
  • Cow
  • Owl
  • Giraffe and Pegasus
  • Skyscrappers under Sun
  • Cepot
  • Skyscrappers around Trees
  • Puzzle: Lion
  • Puzzle: Finger
  • Rabbit inside Box
  • Chicken Life – Left
  • Giraffe
  • Circle of Life
  • Chicken Life – Middle
  • Chicken Life – Right
  • Two Periods
  • Three Periods
  • Rainbow – Left

About Helarfest

H
elarfest is series of events showcasing the emerging creative culture in Bandung city, West Java - Indonesia. Organized by BCCF, Helarfest 2009 will be held from October to December 2009, with each one of its 70+ events is hosted independently by 30+ creative communities.

Helarfest incorporate various activities and programs that presents a wide selection of creative works in the field of Music, Film, Art, Architecture, Media, Design, Technology, Traditional Culture & Heritage, Environment and many more in local and global scale. The spectacular quantity generated made this festival is the biggest city-wide festival in South East Asia, making Bandung the forefront of emerging creative city in Asia.

» View the BIG Calendar

Api Kreativitas Itu Tak Ingin Mati

by Media Relation on December 14, 2009 · 1 comment

in Helarfest09, Press Archive

cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/14/03422452/api.kreativitas.itu.tak.ingin.mati

Senin, 14 Desember 2009 | 03:42 WIB

Helarfest 2009, ajang mempertontonkan dan parade karya kreatif warga Kota Bandung, sudah berakhir. Penutupan Cikapundung Festival—yang berlangsung 17 Oktober hingga 13 Desember—itu dilambangkan dengan ribuan kapal kertas yang dihanyutkan di sungai yang membelah Kota Bandung, Cikapundung. Tak pernah menyerah, terus berlayar.

Ketua Bandung Creative City Forum Ridwan Kamil, salah seorang penggagas Helarfest, mengatakan, tidak kenal menyerah merupakan ciri khas komunitas kreatif di Bandung. Berkali-kali mereka gagal, berulang kali juga mereka bangun. Hasilnya, 57 kegiatan kreatif digelar dalam Helarfest kali ini.

Kegiatan itu, antara lain, berupa penjualan baju (clothing) terbesar di Indonesia bernama Kickfest, Kala Bandung Mahanagari yang memamerkan display Bandung tahun 1600-1940, Peringatan Tahun Sunda, World Jazz, serta ajang keterampilan anak Pica Picu, di samping beragam pelatihan tentang lingkungan hijau berbasis masyarakat urban kota.

”Helarfest ingin berperan sebagai jembatan antara pelaku industri kreatif dan masyarakat. Masyarakat yang dimaksud adalah warga biasa, peneliti (di) universitas, pemerintah, hingga pemegang modal swasta,” kata Ridwan.

Tidak pernah menyerah pernah dilakukan Mahanagari, perusahaan kaus khas Bandung, yang kini omzetnya Rp 1 miliar per tahun. Delapan tahun lalu, Direktur Mahanagari Ben Wirawan nyaris putus asa. Usaha jual beli kaus yang telah dirintisnya setahun hancur akibat meledaknya bom di Bali tahun 2002.

”Turis asing memilih meninggalkan atau tidak berkunjung ke Indonesia. Bisnis lesu karena mereka adalah konsumen utama,” kata Ben.

Konsep utama kaus Mahanagari adalah mengusung tema desain segala sesuatu tentang Bandung dan Jawa Barat. Baik itu dilihat dari tema lingkungan, arsitektur, hingga sosial budaya. Mahanagari tidak sekadar berjualan kaus, tetapi ingin berperan sebagai agen pendidikan masyarakat.

Beberapa desainnya antara lain semrawutnya angkutan di Kota Bandung, Situs Purbakala Pasir Pawon di Kabupaten Barat, serta bangunan tua di Jalan Braga, Bandung.

Butuh dua tahun bagi Mahanagari untuk berdiri lagi setelah bom Bali. Saat itu, datang tawaran dana dari seorang teman menghidupkan lagi Mahanagari. Dengan berganti fokus pada pasar lokal, omzet pun melonjak tinggi.

”Di luar dugaan, ternyata pasar lokal sangat meminati. Omzet per tahun kini Rp 1 miliar. Pekerjaan desain dibantu 40 kontributor,” kata Ben.

Bukan hanya pelakunya, Helarfest juga pernah mengalami cobaan. Direktur Program Bandung Creative City Forum Fiki Chikara Satari mengatakan tidak kapok menyelenggarakan Helarfest 2009 meski merugi ratusan juta rupiah setahun lalu pada ajang serupa. Penyebabnya, antara lain, belum terlatihnya pengelolaan bisnis dan minim koordinasi antarpeserta.

Helarfest tahun ini diklaim tidak merugi. ”Tetapi, yang paling penting, minat masyarakat Bandung meramaikan acara ini cukup tinggi,” kata Fiki.

Pada tahun 2008, lanjutnya, jumlah peserta Helarfest hanya 15 komunitas dengan 31 acara. Tahun ini, pesertanya melonjak menjadi 32 komunitas dengan 57 acara. ”Rencana Helarfest tahun 2010, kami targetkan diikuti 200 peserta. Hal itu kami gagas karena bertepatan dengan Ulang Tahun Ke-200 Kota Bandung,” ujar Fiki. (CHE)

Related posts

{ 1 comment… read it below or add one }

1 slash December 14, 2009 at 9:58 am

perahu-perahu yang dihanyutkan itu di ambil lagi nggak….kalo nggak diambil lagi….artinya buang sampah sembarangan secara terang-terangan….dan dibanggakan lagi……..

mudah2an tidak seperti itu…..

Reply

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Previous post: HELARFEST 2009 – CLOSING CEREMONY

Next post: Karnaval Akhiri Helarfest 2009